“Ih, jangan pegang sembarangan, ya! Kita tuh bukan muhrim!!”
atau mungkin obrolan macam ini..
“mau ke mana, Bu?” tanya seorang anak,
“Ibu mau silaturahmi ke rumah Bu Tejo”, jawab sang ibu
atau.. yang lumrah diucapin para tetangga deket rumah saat lebaran atau idul fitri,
“Minal aidin wal faidzin, ye.. Mohon maaf lahir batin..”, kata si A
“sama-sama”, jawab si B
Hedeeeeeeh...-.-“
............................................................................................
Ups, emang apa yang salah dengan ketiga wacana di atas??
ketiga contoh di atas pastinya sudah sering kita dengar, diyakini dan dianggap benar, hingga akhirnya menjadi sesuatu yang lazim. Padahal ketiga kata dan kalimat di atas sesungguhnya telah salah dalam pemahaman makna hingga ia pun salah dalam penggunaannya.
Oke, kita bahas satu per satu ya...






