Tak jarang ia berkelok, landai, menanjak, atau menurun, curam.
Jalan pun tak selalu mulus, sungguh!
Tak jarang ada aral di sana, kerikil dalam serpih, bahkan batu besar, menghadang.
Toh ia kelak menyampaikan pula kita kesana, tujuan kita, yang tak mungkin kita berhenti hanya karna sebersit pikiran yang merendahkan, menjatuhkan mental, terlebih keyakinan.
Bukan! Ini jelas bukan soal mampu tak mampu.
Ini soal kemauan, keyakinan, kekuatan pikiran.
Lagi-lagi bukan!
Ini pun bukan soal memaknai kelemahan diri, hanya sekedar kesungguhan hati, kekuatan iman.
Maka lewati saja skenario hidup dengan ikhtiar terbaik.
Yakini saja bahwa kini Dia tengah menunjukkan jalan-jalan terbaik Nya.
Jalan-jalan yang mendewasakan, jalan yang mencerahkan, jalan-jalan keutamaan..
Kelak tak perlu terkejut jikalau jalan ini yang mengantarkan kita pada rencana terindah Nya
yang mengantarkan kita pada kesyukuran mendalam
yang mengantarkan kita pada pada keyakinan :
"Duhai Robbi, sungguh inilah jalan terbaik.."
Jumat, tengah malam
di pinggir kota Jakarta



